Babak Baru Rusia vs Ukraina Kala Avdiivka Dicaplok

Moskow – Perang Rusia dengan Ukraina memasuki babak baru. Rusia kembali merebut wilayah Ukraina, yakni Kota Avdiivka di Ukraina timur.
Dilansir AFP, Minggu (18/2/2024), Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut langkah tersebut sebagai kemenangan penting. Avdiivka direbut oleh Rusia usai pasukan Kyiv mundur.

Perebutan kota tersebut menandai perolehan teritorial paling signifikan bagi pasukan Rusia sejak perebutan Bakhmut pada Mei 2023.

“Presiden mengucapkan selamat kepada militer dan pejuang kami atas kemenangan penting ini, atas keberhasilan tersebut,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada kantor berita negara.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengaku memberi tahu Putin tentang perebutan kota itu dalam sebuah pertemuan di Kremlin. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut Avdiivka sebagai ‘pusat pertahanan yang kuat’ bagi angkatan bersenjata Ukraina.

Rusia juga menganggap penaklukan Avdiivka akan ‘memindahkan garis depan dari (kota) Donetsk’ sehingga dapat mengurangi kemampuan Ukraina untuk menyerang Rusia. Wilayah Donetsk di Ukraina adalah satu dari empat wilayah yang diklaim Rusia telah dianeksasi.

Sejak perang meletus Februari 2022, Rusia telah mencaplok empat wilayah Ukraina. Keempat wilayah itu ialah Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia. Rusia juga telah menggelar referendum secara sepihak di empat wilayah itu serta berencana mengikutsertakan warga di wilayah tersebut dalam Pemilu Rusia. Hal tersebut mendapat protes keras dari Ukraina.

Kembali soal Avdiivka, Moskow telah melancarkan serangan gencar untuk merebut Avdiivka yang terletak sekitar 10 kilometer (6 mil) utara kota Donetsk sejak Oktober 2023. Rusia mengerahkan sumber daya peralatan dan tenaga kerja dalam jumlah besar ke kota tersebut.

Pertempuran Avdiivka menjadi salah satu yang paling berdarah dalam konflik dua tahun tersebut. Kyiv sebelumnya mengumumkan penarikan diri dari kota tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengurangi korban militer di saat sumber daya Ukraina makin terbatas.

“Saat ini, langkah-langkah sedang diambil untuk membersihkan kota dari militan dan memblokir unit Ukraina yang telah meninggalkan kota dan bersembunyi di pabrik kokas Avdiivka di utara,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Moskow kembali melakukan serangan di Ukraina timur, sementara Kyiv menderita kekurangan amunisi dan tenaga kerja di tengah terhambatnya bantuan Barat yang sangat dibutuhkan dan sulitnya merekrut lebih banyak tentara.

Garis depan hampir tidak bergerak selama lebih dari setahun – kecuali saat Rusia merebut Bakhmut pada Mei lalu.

Kekhawatiran juga semakin meningkat di Kyiv dan negara-negara Barat mengenai kemampuan Ukraina untuk bertahan melawan pasukan Rusia lebih lama tanpa membuka paket bantuan militer senilai USD 60 miliar dari Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*