Depo Plumpang Belum Akan Ditutup, Ini Alasan Bos Pertamina..

PT Pertamina (Persero) mengunjungi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) untuk melihat korban insiden TBBM Pertamina Plumpang di RSPP, Jakarta, Sabtu, (4/3/23). (Dok: Pertamina)

PT Pertamina (Persero) mengungkapkan akan melakukan perluasan buffer zone yang ada di Depo atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) atau Depo Plumpang, Koja, Jakarta Utara cukup penting untuk segera dilakukan. Pasalnya, opsi untuk menutup Depo Plumpang tidak memungkinkan untuk dilakukan saat ini.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengakui bahwa opsi untuk memindahkan Depo Plumpang bukan perkara mudah. Mengingat, Depo Plumpang saat ini menyuplai kebutuhan BBM di 790 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan mengcover kebutuhan di 19 Kabupaten/Kota.

“Sehingga tidak mudah, tidak serta merta kita pindahkan dan ini yang kami sampaikan di awal ini menyimpan 15% dari stok nasional. Sehingga kalau kita lihat letak strategis dan ini merupakan value chain dan kalau ini tiba-tiba kita off kan maka value chain akan terputus dan mengganggu distribusi,” ujar Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI, Selasa (14/3/2023).

Oleh sebab itu, alih-alih daripada merelokasi Depo Plumpang, menurutnya lebih baik untuk menambah buffer zone di area Depo Plumpang. Dengan begitu, tidak akan mengganggu proses distribusi dan masyarakat tetap aman.

“Jadi kalau ditanya apakah warga yang direlokasi atau terminal jawabannya dan. Maksudnya warga di sini yakni di buffer zone kerena Terminal Plumpang gak bisa ditutup ini bisa berpengaruh pada ketahanan nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan PT Pertamina (Persero) sebelumnya sepakat untuk memindahkan lokasi Depo Plumpang ke lahan milik PT Pelindo (Persero). Namun demikian ia belum membeberkan secara pasti mengenai lokasi lahan yang dimaksud.

“Kami juga sudah merapatkan bahwa kilang akan kita pindah ke Tanah Pelindo. Kita sudah koordinasi dengan Pelindo, itu lahannya akan siap dibangun di akhir 2024. Pembangunan memerlukan waktu 2-2,5 tahun, artinya masih ada waktu kurang lebih 3,5 tahun,” terang Menteri Erick, Senin (6/3/2023).

Oleh karena itu, kata Erick, pihaknya meminta dukungan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dan masyarakat karena pemindahan Depo BBM Plumpang ini menjadi bagian dari perlindungan masyarakat. “Pak Presiden dan kami meyakini hal ini penting, maka kita akan membuat buffer zone atau wilayah aman di sekitar kilang-kilang Pertamina,” ungkap dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Jodi Mahardi mengungkapkan rencana pemindahan TBBM Plumpang rencananya akan dilakukan ke lahan milik PT Pelindo (Persero) yang berada di Kalibaru kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Menurut Jodi, PT Pelindo sendiri sebenarnya sudah menawarkan lahan tersebut kepada Pertamina sejak dua tahun yang lalu. Rencananya luasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan TBBM di Kalibaru yakni mencapai 32 hektar.

“Lahannya di Kalibaru 32 hektar lahan reklamasi. Mungkin pengembangan pertama gak sampai perlu 32 hektar. Kebutuhan Pertamina di luar terminal kita itung kira kira 30 hektar,” ungkap Jodi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*