Grab-Gojek Bakal Susah Cari Ojol, Driver Beberkan Penyebabnya

Penumpang menggunakan jasa ojek daring di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (8/9/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Sampai saat ini permintaan kebutuhan masyarakat dalam penggunaan ojek online (ojol) masih tinggi. Namun hal ini tidak dibarengi dengan antusiasme dari rekan-rekan pengemudi atau driver yang sudah mulai menurun.

Padahal, menurut Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono, kebutuhan dari perusahaan tidak hanya mengenai konsumen, tapi juga driver sebagai ujung tombak dari berjalannya bisnis aplikasi ride hailing seperti Grab-Gojek.

Igun mengatakan kalau para driver sudah mulai menurun antusiasmenya, pastinya juga akan mengganggu ekosistem digital dalam bisnis ride hailing sendiri.

“Di saat masyarakat membutuhkan pengemudi ojek online namun pengemudi ojek online mulai berkurang sehingga ini juga akan mengganggu supply dan demand yang ada di ekosistem digital,” ujar Igun dalam program Profit di CNBC Indonesia.

Pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan kepada perusahaan ride hailing agar meminimalkan potongan bagi para driver. Karena yang berlaku saat ini, potongan yang diberikan sudah melebihi dari 20%.

Sedangkan beberapa tahun sebelumnya maksimal 20% sudah dianggap berat bagi para driver. Apalagi saat ini pasca pandemi potongan bukan semakin kecil namun semakin besar.

“Potongan besar inilah yang memberatkan para driver. Sehingga driver berangsur-angsur ada yang beralih profesi,” tegasnya.

Mengenai harga ditetapkan, pihaknya sepakat kita juga sudah sepakat bahwa tarif yang berlaku saat ini sudah sesuai dengan keinginan.

Namun mengenai potongan yang besar ini menurut para driver sudah tidak sesuai lagi. “Bagi kami sudah tidak sesuai, tidak layak lagi untuk kami bisa mencari nafkah di di ojek online seperti saat ini.” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*