Gubernur BI: Urusan Perut Rakyat Harus Selesai

Fit and proper test Perry Warjiyo sebagai Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR, Senin (20/3/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, meskipun sudah turun, namun saat ini inflasi di global masih sangat tinggi. Oleh karena itu, inflasi di dalam negeri yang selalu digambarkan dengan ‘momok seram’ harus dimitigasi dengan baik.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kecukupan pasokan bahan kebutuhan masyarakat harus terus tersedia. Koordinasi harus dilakukan bukan hanya di satu daerah, namun antar daerah.

Terutama, kata Perry berkaitan dengan harga-harga pangan, yang sangat dekat dengan perut masyarakat Indonesia.

“Kalau urusan perut selesai, stabil, agar rakyat sejahtera,” ujarnya dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Jawa 2023, Rabu (5/4/2023).

Perry mengatakan, Indonesia perlu mendorong ketahanan produksi pangan dengan agri farming dan digitalisasi.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Perry bilang keterjangkauan harga pangan, menjadi sangat penting. Dia menghimbau kepada seluruh produsen pangan untuk tidak menyimpan hasil ternak dan pertaniannya.

Mengingat pada kuartal III-2023 dan kuartal IV-2023 Indonesia selalu menghadapi cuaca yang tidak menentu.

“Beras, minyak goreng, telur, ayam, apapun buat opor harus ada di pasar-pasar. Sehingga ini betul-betul supply-nya ada. Musiman untuk kuartal III-2023 dan kuartal IV-2024 ada faktor musim, karena cuaca yang tidak baik,” jelas Perry.

Oleh karena itu, Perry mengklaim lewat Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), komponen harga pangan bergejolak (volatile food) dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tadinya mencapai 11,47% pada Juli 2022, ini bisa berhasil diturunkan secara bertahap. Pada Maret 2023 inflasi pangan sudah turun menjadi 5,83%.

Seperti diketahui, inflasi pada Maret 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inlasi tahunan mencapai 4,97% (yoy), menurun cukup signifikan dari bulan Februari yang tercatat sebesar 5,47% (yoy).

“Kalau gak ada GNPIP, Juli 2022 11,47%. Gimana rakyatnya kalau inflasi untuk beli pangan 11,5%. Tapi Alhamdulillah dengan instruksi presiden, koordinasi dengan Pak Menko Perekonomian 11,47% turun,” jelas Perry.

Dalam menjaga harga pangan, Perry menargetkan pada tahun ini, akan ada pasar murah di 4.600 titik, dan pangan mandiri 2,6 juta.

“Semua ini betul-betul didedikasikan untuk mengendalikan inflasi pangan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Perry lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*