Harga Mobil Listrik Buatan RI 3x Lebih Mahal dari Mobil China

Presiden Joko Widodo meluncurkan mobil listrik pertama yang dirakit di Indonesia dalam kunjungan kerjanya ke pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 16 Maret 2022. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nampaknya transisi energi  bukan lagi menjadi omong kosong belaka. Pemerintah resmi menerbitkan aturan pemberian bantuan pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) khusus mobil dan motor listrik. Aturan ini berlaku pada 20 Maret 2023.

Hal ini dilakukan untuk mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air. Pemberian subsidi untuk kendaraan listrik ini sudah dilakukan oleh beberapa negara. Misalnya China dan Thailand.

China, diketahui sudah memberikan sejumlah subsidi bagi pembeli kendaraan listrik sebesar US$ 1.836 (Rp 28.67 juta) dan hybrid plug-in dengan besaran US$ 689 (Rp 10,76 juta) per unitnya dengan kendaraan-kendaraan memenuhi syarat juga tentunya.

Lantas bagaimana harganya? Lebih murah mana dibandingkan mobil listrik di Indonesia?

Jawaban dari kenapa mobil listrik mahal adalah komponen baterai. Baterai masih menjadi biaya ongkos produksi utama (terbesar) dalam sebuah kendaraan listrik dan akhirnya berpengaruh besar pada harga jual.

Menurut penelitian International Council on Clean Transportation (ICCT) pada 2019, biaya pembuatan sel baterai mencapai hingga 70% hingga 75% dari total ongkos produksi baterai secara keseluruhan.

Kalau dibandingkan dengan Indonesia, China sudah memiliki beragam merk mobil listrik dan harganya pun cukup beragam. Meskipun mayoritas masih tinggi namun China menyediakan mobil listrik paling terjangkau dengan Merk Hong Guang Mini EV yang dibanderol sekitar Rp 61,43 juta.

Kalau kita bandingkan dengan Indonesia, pilihan mobil listrik masih terbatas dengan yang paling terjangkau adalah merk Wuling Air EV dibanderol masih di atas Rp 200 juta. Sementara gap dengan mobil listrik lainnya begitu terasa di mana yang lain harganya sudah di atas Rp 700 juta hingga Rp 1 Miliar.

Mari kita bandingkan dengan harga mobil listrik termurah China yakni Hong Guang Mini EV Rp 61,43 juta dengan harga termurah buatan RI yakni WIling Air EV seharga Rp 200 juta.

Artinya, harga mobil listrik termurah yang diproduksi di Indonesia tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan buatan China.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*