Heboh Sepatu Nike & Adidas Eks Singapura, Ini Biang Keroknya

Sepatu Adidas dan Nike impor Eks Singapura marak dijual online dengan harganya murah meriah. (Tangkapan Layar Toko Online)

Brand sepatu kenamaan dunia seperti Adidas-Nike ternyata banyak yang dijual dalam kondisi bekas di pasar dalam negeri. Setelah diusut, sepatu-sepatu bekas ini yang berasal dari negara tetangga seperti Singapura.

Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi Andi Rizaldi mengindikasikan salah satu potensi penyebabnya karena pengawasan pelabuhan yang belum ketat.

“Jadi harus diinvestigasi memang. Kan isunya pelabuhan di kita banyak sekali. Jadi belum tentu masuknya ke pelabuhan yang legal, bisa ke pelabuhan tikus. Jadi memang harus diinvestigasi,” katanya di kantor Kemenperin, Rabu (8/3/23).

Ia menegaskan bahwa barang seperti sepatu bekas tidak boleh diimpor, sementara yang boleh diimpor itu dari kategori sepatu baru. Meski demikian, barang impor bekas masih dengan mudahnya masuk ke pasar dalam negeri. Kini Satgas khusus penanganannya pun bakal melakukan investigasi.

“Itu kan ada satgas. Jadi satgas gabungan Kementerian/Lembaga, ada Kemenkeu, ada Perdagangan, Perindustrian. Jadi memang harus diinvestigasi supaya tidak mengganggu industri nasional,” sebut Andi.

Namun, Ia enggan menjanjikan kapan Satgas tersebut bakal menyelesaikan masalah ini.

“Targetnya sih saya belum dapat informasi. Tapi satgasnya sudah ada yang importasi ilegal,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut maraknya impor ilegal sepatu bekas memang jadi penghambat pertumbuhan industri alas kaki di dalam negeri.

“Seperti yang bisa dilihat pada video hasil investigasi salah satu jurnalis di Singapura, terungkap bahwa sepatu-sepatu bekas dari negara tersebut yang disumbangkan pemiliknya untuk proyek sustainability ternyata berakhir di pasar-pasar loak di Indonesia. Praktik impor ilegal sepatu bekas ini harus dihentikan karena berdampak buruk bagi industri alas kaki dalam negeri,” kata Agus Gumiwang dalam keterangan resmi, Senin (6/3/2023).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*