Joe Biden Nyapres Lagi, Sekutu Putin Beri Pesan Menohok

Presiden AS Joe Biden kembali ke panggung dalam gerakan dadakan untuk mengumumkan bahwa AS telah memenangkan pertandingan Piala Dunia saat ia mengunjungi fasilitas SK Siltron CSS di Bay City, Michigan, AS, 29 November 2022.(REUTERS/Evelyn Hockstein)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan akan mencalonkan diri kembali sebagai presiden pada pemilihan 2024. Biden yang kini berusia 80 tahun akan menjadi capres tertua AS.

Dalam video pidatonya, Biden mengatakan dia masih berjuang untuk menyelamatkan demokrasi Amerika dari “ekstremis” Partai Republik.

“Ketika saya mencalonkan diri sebagai presiden empat tahun lalu, saya mengatakan kami sedang berjuang untuk jiwa Amerika. Dan kami masih [berjuang],” kata Biden sebagaimana dilaporkan¬†AFP, Selasa (25/4/2023).

“Itulah pekerjaan masa jabatan pertama saya: memperjuangkan demokrasi kita,” kata Biden. “Ayo selesaikan pekerjaan ini.”

Setelah serangkaian kemenangan legislatif domestik yang besar dan perjuangan kebijakan luar negeri yang penting, termasuk kepemimpinan koalisi Barat yang membantu Ukraina melawan invasi Rusia, Biden tidak memiliki penantang nyata dari dalam Partai Demokrat.

Dorongan besar lainnya adalah pemulihan ekonomi AS pascapandemi yang kuat, dibantu oleh pengeluaran federal bersejarah untuk memperbarui infrastruktur dan mendorong investasi di sektor kendaraan listrik dan semikonduktor berteknologi tinggi.

Biden menempatkan dirinya sebagai juara orang Amerika kerah biru dan mengatakan Partai Republik lebih peduli dengan Wall Street.

“Saya pikir harus ada pajak minimum untuk miliarder,” katanya dalam pidatonya, disela tepuk tangan panjang dan nyanyian “empat tahun lagi!”

“Tidak ada miliarder yang harus membayar tarif pajak yang lebih rendah daripada pekerja konstruksi, guru sekolah, petugas pemadam kebakaran, polisi, perawat. Maksud saya, itu salah,” katanya.

Jika kembali terpilih, dia akan berusia 86 tahun pada akhir masa jabatan kedua. Bahkan jika pemeriksaan medis pada Februari menemukan dia “layak” untuk menjalankan tugas kepresidenan, banyak orang termasuk basis pemilihnya sendiri percaya dia terlalu tua.

“Saya suka apa yang dilakukan Biden. Saya pikir dia melakukan pekerjaan dengan sangat baik,” kata pensiunan Roger Tilton. Tapi “dia benar-benar terlalu tua untuk pekerjaan itu.”

Sementara itu, Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyebut Joe Biden pikun dan “kakek yang putus asa” terkait pencalonan kembali dirinya sebagai Presiden AS.

“Biden telah mengambil keputusannya. Kakek yang putus asa,” tulis Medvedev di Telegram.

“Jika saya berada di posisi militer AS, saya akan segera membuat tas kerja palsu dengan kode nuklir palsu jika dia menang untuk menghindari konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki.”

Medvedev, yang merupakan Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia, sering mengkritik Barat dalam omelan media sosialnya.

Adapun, hubungan AS-Rusia telah anjlok sejak dimulainya serangan Rusia di Ukraina pada Februari 2022 dan Washington telah menjadi pendukung militer dan keuangan utama Ukraina.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*