Menaker Ungkap Cara Genjot Kualitas SDM Dengan Vokasi

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya meningkatan produktivitas sumber daya manusia. Revitalisasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari reformasi kelembagaan, SDM, jaminan mutu melalui akreditasi dan sertifikasi hingga kolaborasi dan koordinasi dengan semua stakeholder.

Untuk itu, Kemnaker pun berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai penyelenggara pendidikan vokasi dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan daerah. Ida mengatakan kolaborasi dilakukan untuk menyukseskan pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, harmonis, sejahtera, dan memiliki daya saing.

“Kita perlu bersama-sama berkolaborasi, berkoordinasi, dan bersinergi untuk memberikan penguatan tenaga kerja dalam meningkatkan kompetensi, konsistensi, adaptasi, inovasi, dan penguasaan teknologi guna membangun ekonomi bangsa,” ungkap Ida dalam siaran pers, Rabu (8/3/2023).

Dia mengharapkan dengan adanya kolaborasi dari berbagai stakeholder, permasalahan ketenagakerjaan bisa diselesaikan. Dengan begitu, produktivitas tenaga kerja pun dapat meningkat.

“Saya berharap kolaborasi, koordinasi, dan sinergi untuk peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja baik di dunia industri maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menegaskan berbagai hal yang peru diperhatikan dalam gerakan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Nadiem mengatakan revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi merupakan upaya pembenahan yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan, terintegrasi, dan terkoordinasi.

“Yang dilakukan sekarang adalah mentransformasi paradigma pendidikan vokasi, dari sebelumnya bersifat supply-oriented menjadi demand-oriented. Sehingga lulusan pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat,” kata Nadiem.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin M. Arsjad Rasjid mengatakan, melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Ketenagakerjaan dapat menjadi bentuk sinergi dunia usaha dan dunia akademik. Khususnya untuk membangun SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

“Saya harap Rakernas ada ide serta program yang inovatif untuk menjawab permasalahan vokasi dan juga UMKM yang ada,” tuturnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*