Miris! Karyawan Facebook Dipecat Gegara Video TikTok Viral

FILE - In this Wednesday, March 21, 2018 file photo, the Facebook logo is seen on a smartphone in Ilsan, South Korea. Facebook has started testing a tool that lets users move their images more easily to other online services, as it faces pressure from regulators to loosen its grip on data. The social network said Monday, Dec. 2, 2019 the new tool will allow people to transfer their photos and videos to other platforms, starting with Google Photos. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Seorang mantan karyawan Facebook mengungkap kisah miris dirinya dipecat karena video TikTok yang ia buat viral. Mantan karyawan bernama Maddie Macho tersebut dulunya bekerja sebagai perekrut di Facebook.

Ia mengaku sangat senang ketika diterima di ekosistem Meta, perusahaan induk Facebook, pada September 2021 lalu. Tak tanggung-tanggung, Meta menawarkan gaji US$ 190.000 (Rp 1,8 miliar). Angka itu naik signifikan dari gaji Macho di Microsoft yang ‘cuma’ US$ 60.000.

Mulai proses onboarding, Macho mengaku terkesima dengan standar kualitas tinggi yang diterapkan Meta. Namun, hal aneh mulai dirasakan ketika bergabung ke tim perekrutan.

Ia ditugaskan merekrut developer Android untuk Meta. Namun, karena posisi itu termasuk langka, ia dan timnya kerap ‘mendekati’ orang yang sama.

Hari-harinya di tim rekrutmen diisi dengan sesi pelatihan dan meeting. Dalam seminggu, ia diminta mencari 50 talenta baru.

Target itu sangat ringan jika dibandingkan pekerjaannya di Microsoft. Kala itu, ia harus mencari 500 sampai 1.000 talenta dalam sepekan.

Merasa tak berkembang di timnya, Macho kemudian minta dipindahkan ke tim lain. Tim HR Meta menolak dengan alasan mutasi hanya bisa dilakukan untuk karyawan yang sudah bekerja lebih dari 1 tahun.

Mulai Posting di TikTok

Macho yang merasa ‘banyak waktu luang’ akhirnya mulai membuat konten di TikTok. Ia mengunggah topik seputar pencari kerja.

Mulanya, ia mengumbar berbagai benefit yang melimpah jika bekerja di Meta. Hal tersebut lalu mendapat respons positif dari rekan-rekan kerjanya.

Didasari respons positif, Macho kembali mem-posting konten di TikTok. Kali ini ia membahas soal kandidat pekerja dari latar belakang ras yang beragam. Konten itu membuat ia dipanggil bosnya dan diminta menghapus video tersebut.

Selanjutnya, ia kembali mem-posting konten yang tak berkaitan dengan Meta atau Facebook. Kontennya cuma tentang pencari kerja secara umum, seperti tips membuat resume dan cara negosiasi gaji.

Januari 2022, ia kembali dipanggil tim HR dan konten TikTok miliknya dipermasalahkan. Tak tahan, Macho lalu mengatakan niatannya untuk berhenti dari Meta.

Selang sepekan, ia dinyatakan dipecat atas alasan konflik kepentingan (conflict of interest). Setelah meninggalkan Meta, ia mendapat tawaran di LinkedIn.

Namun, pada April 2022, ia kembali mengundurkan diri dan fokus menjadi kreator TikTok. Ia kini banyak membahas soal perjalanan karir bekerja di Microsoft, Meta, dan LinkedIn.

Ia bahkan sudah punya 7 orang dalam tim konsultannya. Ia memberi bantuan bagi pencari kerja untuk mempersiapkan wawancara, negosiasi gaji, dan hal-hal terkait lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*