Muncul Fenomena Aneh, Mau Lebaran Tiket Pesawat Banyak Sisa

Calon penumpang mengantri check-in tiketin di Terminal 3 Bandara Soetta, Jakarta, Kamis, (28/4/2022). Empat hari jelang hari raya Idul Fitri, Bandara Soekarno Hatta dipadati pemudik sejak pagi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pemerintah memprediksi, musim libur Lebaran tahun ini, masyarakat bakal lebih banyak mudik menggunakan jalur darat dibanding moda transportasi lain seperti pesawat. Prediksi itu sepertinya akan benar terjadi.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia Rabu (5/4/2023) siang di aplikasi Traveloka, untuk penerbangan Jakarta-Surabaya maskapai Super Air Jet pada hari pertama puncak arus mudik yakni di 19 April pukul 16.45-18.10 WIB, terlihat masih banyak kursi yang tersisa.

Dari 138 kursi yang tersedia, masih ada 77 kursi yang kosong. Banderol penerbangan ini adalah Rp 1.305.900.

Dengan rute yang sama, Jakarta-Surabaya namun beralih ke hari berikutnya, 20 April 2023 menggunakan maskapai Lion Air pukul 14.30-15.55, juga terlihat masih banyak kursi yang tersedia.

Dari 162 kursi yang tersedia, bangku yang kosong masih tersisa 123 kursi, artinya tiket terjual baru 39 kursi.

Sementara itu di hari terakhir puncak arus mudik yakni 21 April penerbangan rute Jakarta-Semarang pukul 06.55-08.00 juga sepi peminat.

Melihat ketersediaan kursi maskapai Lion Air, dari 192 kursi yang tersedia, total penjualannya baru menyentuh 76 kursi. Sedangkan 116 kursi lainnya belum terjual untuk penerbangan dengan banderol Rp 945.600.

Di hari yang sama untuk penerbangan Jakarta-Yogya maskapai Lion Air pukul 08.40-09.50 juga masih banyak kursi kosong. Dari 192 kursi yang dijual, masih ada 97 kursi yang tersedia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, peningkatan arus mudik akan terjadi mulai dari H-3 atau Rabu, 19 April 2023. Puncaknya terjadi pada H-1 pada Jumat 21 April 2023.

Dia menjabarkan, berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pergerakan masyarakat mencapai 123,8 juta orang. Dengan dominasi pemilihan transportasi darat yaitu mobil pribadi 22,07%, (27,32 juta orang), sepeda motor 20,3% (25,13 juta orang), bus 18,39% (22,77 juta orang), kereta api antar kota 11,69% (14,47 juta orang), dan mobil sewa 7,7% (9,53 juta orang).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*