Murah! Sepatu Nike & Adidas Bekas Singapura Diburu Orang RI

Pedagang beraktifitas jual beli sepatu bekas impor di pasar senen, Jakarta, Rabu, (8/3/2023). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Murah dan bermerek, itu yang ditawarkan sepatu bekas impor dari Singapura. Padahal, dengan membeli sepatu bekas impor tersebut penjual maupun pembelinya telah melakukan pelanggaran dari tata tertib perdagangan.

Di mana untuk impor sepatu bekas telah dilarang dan tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2021 tentang barang dilarang ekspor dan barang dilarang impor. Dalam Permendag tersebut telah jelas tertulis bahwa Pos Tarif atau HS 6309.00.00, pakaian bekas dan barang bekas lainnya dilarang untuk diimpor.

Namun demikian, berdasarkan hasil penelusuran CNBC Indonesia secara daring, pada hari Rabu (8/3/2023), ditemukan banyak sekali penjual di marketplace yang secara terang-terangan memamerkan barang dagangannya, berupa sepatu bekas asal impor dari Singapura.

Harga yang ditawarkan sepatu-sepatu bekas tersebut tentunya sangat murah, lebih murah hampir 5 kali lipat dari harga baru sepatu tersebut. Termasuk juga merek sepatu ternama seperti Nike dan Adidas.

Misalnya, sepatu bekas impor merek Nike dengan jenis Air Force 1 High dibanderol dengan harga Rp 349 ribu, padahal untuk harga barunya adalah di Rp 1,8 jutaan. Selain itu, sepatu bekas impor lainnya seperti Nike Court Royale juga dibanderol dengan harga yang jauh lebih murah yaitu Rp 189 ribu, padahal untuk harga barunya adalah Rp 800 ribu.

Tidak hanya dari merek Nike saja, sepatu bekas impor dengan merek Adidas juga ditawarkan dengan harga Rp 289 ribu, di mana untuk harga barunya adalah Rp 699 ribu.

Adapun asal impor sepatu bekas tersebut banyak berasal dari Singapura. Salah satu contohnya, Maria, salah seorang pedagang yang memasarkan produk dagangannya di etalase daring mengungkapkan produk yang dijualnya adalah berasal dari negara Singapura.

“Impor dari Singapura,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*