Simak! Peluang Finansial 2023 di BNI Emerald Market Outlook

adv bni emerlald

Minat investasi masyarakat terus tumbuh di tengah pemulihan ekonomi saat ini. Hal tersebut terlihat dari jumlah investor di pasar modal yang terus meningkat mencapai 10,60 juta investor per 23 Februari 2023.

Namun dalam mengalokasikan dananya, investor perlu menerapkan pengelolaan dana secara lebih dinamis, apalagi di tengah tren kenaikan suku bunga acuan dan isu resesi global. Strategi ini diperlukan sebagai salah satu mitigasi untuk menekan dampak penurunan nilai aset.

Seperti diketahui situasi dunia dinilai beberapa kalangan sedang tidak baik, dan ketidakpastian masih menghantui perekonomian dunia. Terlebih perang Rusia-Ukraina belum ada tanda-tanda berakhir dan kekhawatiran lonjakan inflasi juga masih terjadi.

Terakhir, Bank Indonesia (BI) pun telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75%. Sementara itu, The Fed tahun ini masih berpotensi kembali menaikkan suku bunga acuan

Melihat hal tersebut, butuh strategi matang yang harus dilakukan dalam berinvestasi. Pasalnya, selalu ada peluang investasi yang menguntungkan di tengah situasi apapun. Apalagi Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat dalam menghadapi tahun 2023.

Untuk mengupas lebih lanjut mengenai peluang finansial di 2023, CNBC Indonesia dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengadakan BNI Emerald Market Outlook dengan tema “Optimizing Financial Opportunities As Epicentrum of Growth” sebagai salah satu wujud komitmen BNI Emerald dalam mengelola kekayaan nasabah dan memberikan pendampingan untuk keputusan investasi. Private client event ini akan berlangsung Kamis, 9 Maret 2023, pukul 16.00-18.00 WIB, di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Dalam acara ini, turut hadir Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang akan memberikan keynote speech. Sementara itu, hadir juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar yang akan memberikan welcoming remarks.

Kemudian untuk para pembicaranya, BNI Emerald Market Outlook menghadirkan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah, Direktur Utama BNI Asset Management Putut Endro Andanawarih, dan Direktur Ashmore Asset Management Indonesia Steven Satya Yudha.

Para pembicara mengajak peserta untuk membahas mengenai mengoptimalkan peluang finansial, khususnya di era yang penuh ketidakpastian.

BNI Emerald Market Outlook dapat disimak secara eksklusif melalui live streaming di CNBC Indonesia.

 

Menaker Ungkap Cara Genjot Kualitas SDM Dengan Vokasi

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya meningkatan produktivitas sumber daya manusia. Revitalisasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari reformasi kelembagaan, SDM, jaminan mutu melalui akreditasi dan sertifikasi hingga kolaborasi dan koordinasi dengan semua stakeholder.

Untuk itu, Kemnaker pun berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai penyelenggara pendidikan vokasi dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan daerah. Ida mengatakan kolaborasi dilakukan untuk menyukseskan pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, harmonis, sejahtera, dan memiliki daya saing.

“Kita perlu bersama-sama berkolaborasi, berkoordinasi, dan bersinergi untuk memberikan penguatan tenaga kerja dalam meningkatkan kompetensi, konsistensi, adaptasi, inovasi, dan penguasaan teknologi guna membangun ekonomi bangsa,” ungkap Ida dalam siaran pers, Rabu (8/3/2023).

Dia mengharapkan dengan adanya kolaborasi dari berbagai stakeholder, permasalahan ketenagakerjaan bisa diselesaikan. Dengan begitu, produktivitas tenaga kerja pun dapat meningkat.

“Saya berharap kolaborasi, koordinasi, dan sinergi untuk peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja baik di dunia industri maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menegaskan berbagai hal yang peru diperhatikan dalam gerakan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Nadiem mengatakan revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi merupakan upaya pembenahan yang dilakukan secara menyeluruh, berkesinambungan, terintegrasi, dan terkoordinasi.

“Yang dilakukan sekarang adalah mentransformasi paradigma pendidikan vokasi, dari sebelumnya bersifat supply-oriented menjadi demand-oriented. Sehingga lulusan pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat,” kata Nadiem.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin M. Arsjad Rasjid mengatakan, melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bidang Ketenagakerjaan dapat menjadi bentuk sinergi dunia usaha dan dunia akademik. Khususnya untuk membangun SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

“Saya harap Rakernas ada ide serta program yang inovatif untuk menjawab permasalahan vokasi dan juga UMKM yang ada,” tuturnya.

 

Tanda PD3 Memang Sudah Dekat, Bukan Cuma Perang Rusia-Ukraina

Uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17 di Bandara Internasional Pyongyang di Pyongyang, Korea Utara, Jumat (18/11/2022). Pemerintah Korea Utara melakukan uji coba rudal balis balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17 yang merupakan rudal terbesar yang dipunyai Korea Utara yang memiliki senjata nuklir, dan merupakan ICBM berbahan bakar cair terbesar di dunia. Rudal yang diluncurkan pada Jumat terbang hampir 1.000 kilometer (621 mil) selama sekitar 69 menit dan mencapai ketinggian maksimum 6.041 kilometer. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Ekonom Nouriel Roubini sempat menyinggung kemunculan Perang Dunia Ketiga (PD3) tahun lalu. Kala itu, ia berada di sebuah forum publik, Yahoo Finance’s 2022 All Markets Summit.

Pria yang dijuluki Dr Doom alias Dr Kiamat itu, merujuk eskalasi konflik Rusia-Ukraina sebagai biang keladi. Ia mengatakan konflik itu sudah menandai awal dari pertempuran global.

“Dalam beberapa hal, Perang Dunia III sudah dimulai,” tegasnya mengutip Financial Tribune.

“Ini dimulai di Ukraina karena konflik ini memiliki implikasi yang lebih luas yang melampaui Rusia dan Ukraina. Ini adalah awal dari sesuatu yang lain,” tegasnya.

Roubini juga menyoroti konflik nuklir di Iran dan gesekan China untuk Taiwan kala itu. Profesor bisnis Universitas New York itu berpendapat perang dingin sudah ada antara Amerika Serikat (AS) dan China, dan itu bisa meningkat menjadi “perang panas” karena Presiden Xi Jinping bertujuan untuk menyatukan China dan Taiwan.

Ancaman lain juga disebut sosok yang meramalkan krisis ekonomi 2008 itu. Tak terkecuali karena rusuhnya Korea Utara (Korut) di semenanjung Korea.

Tapi bagaimana faktanya kini? Berikut rangkuman pemberitaan panasnya dunia saat ini dirangkum CNBC Indonesia Rabu (8/3/2023).

Perang Rusia vs Ukraina

Perang Rusia dan Ukraina sendiri masih “menggila”. Pertempuran sengit terus terjadi terutama di wilayah Bahkmut.

Kota itu kini disebut neraka total. Pertempuran sengit juga telah menghabiskan cadangan artileri kedua belah pihak.

Perlu diketahui, Bakhmut jadi prioritas Rusia karena dianggap bisa menjadi “keuntungan besar” dalam perang setahun terakhir. Karenanya itu, pasukan dan tentara bayaran Wagner, terfokus di sana.

Namun sebenarnya, bukan itu saja. Yang mengkhawatirkan sejumlah pihak adalah mulai dilatihnya pilot Ukraina untuk tes menerbangkan pesawat serang di AS termasuk jet tempur F-16.

Menurut dua pejabat kongres dan seorang pejabat senior AS, otoritas AS sudah menyetujui dilatihnya 10 pilot Ukraina. Mereka semua akan datang Maret ini.

Namun ditegaskan AS para penerbang tidak akan menerbangkan jet langsung. Mereka latihan dengan menggunakan simulator yang dapat meniru menerbangkan berbagai jenis pesawat.

“Program ini tentang menilai kemampuan mereka sebagai pilot sehingga kami dapat memberi saran yang lebih baik kepada mereka tentang cara menggunakan kemampuan yang mereka miliki dan kami berikan kepada mereka,” kata seorang pejabat administrasi, mengutip CNN International, Senin.

Sebelumnya, Rusia sudah memberi warning akan masifnya bantuan AS ke Ukraina. AS sejauh ini sudah memberikan sejumlah amunisi ke Ukraina, termasuk senjata canggih HIMARS.

Rusia juga membekukan perjanjian pengurangan senjata nuklir START (for Strategic Arms Reduction Treaty) yang dibuat dengan AS, sebagai tanggapan keras atas tindakan Washington dan NATO untuk Ukraina. Padahal perjanjian itu membatasi penggunaan senjata nuklirnya.

Mantan presiden Rusia dan yang juga sekutu Presiden Vladimir Putin, Dmitry Medvedev, mengatakan pasokan senjata Barat yang berkelanjutan ke Kyiv berisiko menimbulkan ‘bencana’ nuklir global. Ini akan memicu PD 3.

Sebelumnya pula dalam wawancara Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto dengan media massa yang dihadiri CNBC Indonesia, terungkap pula bagaimana Putin memberi pesan untuk dibawa ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), terkait kapan perang nuklir dimulai. Ini terkait serangan udara ke wilayah Rusia.

“Waktu saya bertemu, saya memperkenalkan diri. Kalimat pertama Putin adalah ‘tolong sampaikan ke Presiden Jokowi bahwa Rusia tidak mempertimbangkan menggunakan senjata nuklir’,” ujar Andi.

“Kalimat keduanya, ‘tapi jika ada serangan udara ke wilayah Rusia, kami mempertimbangkan menggunakan senjata nuklir’,” lanjutnya menceritakan pertemuannya 2022 lalu.

Panas AS-China

Perseteruan geopolitik antara China dan Amerika Serikat (AS) makin meruncing. Bahkan, Beijing menyebut hubungan keduanya sedang menuju konflik yang tak terelakkan jika Washington tidak mengubah pendekatannya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Qin Gang mengatakan ini dikarenakan niatan AS yang dipandang pihaknya sedang berusaha mengalahkan China. Alih-alih konflik militer, Qin menyebut konflik yang sedang dibangun Negeri Paman Sam adalah zero-sum game yang berarti satu pihak menang dan pihak sebelahnya mati.

“Jika AS tidak menginjak rem tetapi terus mempercepat jalan yang salah, tidak ada pagar pembatas yang dapat mencegah tergelincirnya rel, dan pasti akan ada konflik dan konfrontasi,” paparnya dalam pernyataan pers di sela-sela Kongres Rakyat Nasional (NPC) China, Selasa dikutip The Guardian.

Pernyataan dikatakan Qin terkait persahabatan dekat antara China dan Rusia, sebuah hubungan yang diawasi ketat oleh Barat sehubungan dengan perang di Ukraina. Ia mengatakan hubungan itu ‘menjadi contoh bagi hubungan luar negeri global’.

“Dengan China dan Rusia bekerja sama, dunia akan memiliki kekuatan pendorong. Makin tidak stabil dunia, semakin penting bagi China dan Rusia untuk terus memajukan hubungan mereka,” katanya.

“Ada kontak dekat antara kepemimpinan kedua negara, dengan hubungan kepala negara yang menjadi jangkar hubungan tersebut. Kemitraan strategis pasti akan tumbuh semakin kuat,” tambahnya.

Komentar Qin sejalan dengan pidato pemimpin China, Xi Jinping, kepada delegasi politik pada Senin. Xi menyebut AS sedang melakukan tindakan penindasan terhadap China.

“Negara-negara Barat yang dipimpin oleh AS telah menerapkan penahanan, pengepungan, dan penindasan menyeluruh terhadap China, yang telah membawa tantangan berat yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi pembangunan negara kita,” ujarnya.

Hubungan China-AS telah memburuk tajam dalam beberapa tahun terakhir dan upaya untuk memperbaikinya tergelincir awal tahun ini ketika AS menembak jatuh apa yang dikatakannya sebagai balon mata-mata China, yang terbang di wilayah udara AS. China mengklaim balon itu merupakan alat penelitian dan AS bereaksi berlebihan.

Rebut China-Taiwan

Kemungkinan perang pecah di Asia kembali digaungkan. Kali ini terkait konflik China dan Taiwan.

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng memperingatkan pulau itu untuk waspada ke militer China yang masuk tiba-tiba ke beberapa daerah dekat wilayahnya. Warning muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di Selat Taiwan tahun ini.

Pernyataan Chiu muncul saat menjawab pertanyaan dari anggota parlemen di parlemen. Ia mengatakan ada kemungkinan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mencari alasan untuk memasuki wilayah yang dekat dengan wilayah udara dan laut teritorial Taiwan.

Ini dapat terjadi saat pulau itu meningkatkan pertukaran militernya dengan AS, yang memicu kemarahan Beijing. Dia mengatakan PLA mungkin “masuk tiba-tiba” ke zona bersebelahan Taiwan dan mendekati ruang teritorialnya, yang didefinisikan pulau itu sebagai 22,2 km dari pantainya.

“(Saya) secara khusus membuat komentar ini tahun ini, artinya mereka membuat persiapan seperti itu,” kata Chiu mengutip Reuters, Selasa.

“Ke depan, mereka akan menggunakan kekerasan jika mereka benar-benar harus melakukannya.”

Sebagai informasi, China telah meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk serangan angkatan udara hampir setiap hari ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu.

Sejauh ini Taiwan belum melaporkan adanya insiden pasukan China memasuki zona tambahannya, yang berjarak 44,4 km dari garis pantainya. Namun Taipei dilaporkan telah menembak jatuh pesawat tak berawak sipil yang memasuki wilayah udaranya di dekat sebuah pulau di lepas pantai China tahun lalu.

Taiwan telah berjanji untuk menggunakan haknya untuk membela diri dan melakukan serangan balik jika angkatan bersenjata China memasuki wilayahnya. China tahun lalu menggelar latihan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekitar Taiwan sebagai reaksi atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei.

AS sendiri adalah pemasok senjata internasional paling penting bagi Taiwan. Meningkatnya dukungan AS untuk pulau demokrasi itu telah menambah ketegangan dalam hubungan AS-China yang sudah memanas.

Korut

Korut sediri sudah sejak pekan lalu makin panas pada musuh-musuhnya, termasuk AS yang melakukan latihan militer dengan Korea Selatan (Korsel) di perbatasan. Negeri Kim Jon Un menyebut tindakan itu sama saja “eskalasi perang”.

Adik Pemimpin Korut Kim Jong Un, Kim Yo Jong, buka suara soal latihan itu. Perempuan yang dijuluki “wanita iblis” itu menegaskan negaranya siap mengambil tindakan luar biasa terkait latihan tersebut.

Adapun, Kim terkenal keras dalam sikap militer Korut. Ia dijuluki demikian karena memerintahkan sejumlah eksekusi pejabat pemerintahan itu.

Sebagaimana dilaporkan KCNA, Selasa, Kim mengatakan Korut akan menganggap setiap upaya AS mencegat rudal yang akan ditembakkannya sebagai “deklarasi perang yang jelas” terhadap negaranya.

“Kami selalu siaga untuk mengambil tindakan yang tepat, cepat dan luar biasa kapan saja sesuai dengan penilaian kami,” kata Kim dalam pernyataan berbahasa Inggris yang disiarkan oleh media milik pemerintah dikutip Yonhap.

Perempuan tersebut menambahkan bahwa Korut akan terus mengawasi gerakan militer oleh AS dan negara tetangganya tersebut.

Kim juga mempermasalahkan laporan berita tentang komandan Komando Indo-Pasifik AS, yang mengatakan bahwa Laksamana John Aquilino memperingatkan jika Korut menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) ke arah Pasifik, AS akan segera mencegatnya.

“Itu akan dianggap sebagai deklarasi perang yang jelas terhadap DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea), jika tanggapan militer seperti intersepsi terjadi terhadap uji coba senjata strategis kami yang dilakukan tanpa merugikan keamanan negara tetangga di perairan terbuka dan udara yang bukan milik yurisdiksi AS,” katanya.

Kim belum lama ini juga mengancam bahwa Korut dapat menggunakan Pasifik sebagai “jarak tembak” sebagai tanggapan atas latihan militer bersama oleh AS dan Korsel. Beberapa pengamat mengatakan Korut mungkin menembakkan ICBM pada lintasan standar menuju Samudera Pasifik.

Dalam pernyataan terpisah, kementerian luar negeri Korut memperbaharui seruannya kepada AS untuk menghentikan latihan militer gabungannya dengan Korsel. Mereka memperingatkan bahwa “konflik fisik yang kejam” dapat terjadi di Semenanjung Korea.

“Masyarakat internasional harus … mengirimkan sinyal yang jelas kepada AS dan Korea Selatan untuk segera menghentikan latihan perang,” kata kepala bagian berita luar negeri kementerian yang tidak disebutkan namanya itu.

AS dan Korsel sebelumnya melakukan latihan udara gabungan pada Senin. Latihan ini melibatkan setidaknya satu pembom strategis B-52H berkemampuan nuklir, setelah latihan serupa pada Jumat yang memobilisasi pengebom B-1B A.S.

Sekutu juga berencana untuk menggelar latihan Freedom Shield (FS), pelatihan pos komando yang disimulasikan komputer, dari 13-23 Maret. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan pencegahan terhadap ancaman nuklir dan rudal Korut.

Israel vs Iran

Hubungan antara Israel dan Iran juga di titik kritis. Hal ini terjadi setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menganggap serangan ke fasilitas nuklir Iran sebagai sesuatu yang sah.

Dalam pertemuan kabinet, Netanyahu mengatakan opsi menyerang fasilitas nuklir Iran harus tetap berada dalam pemikiran Tel Aviv. Ia menyebut perkembangan Negeri Persia dalam teknologi uranium sebagai ancaman terhadap Israel.

“Apakah kami dilarang membela diri? Tentu saja, kami diizinkan, dan tentu saja, kami melakukan ini… Tidak ada yang akan mencegah kami melindungi negara kami dan mencegah penindas menghancurkan negara Yahudi,” tegasnya, dikutip Russia Today, Senin.

Pernyataan Netanyahu muncul sehari setelah Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi ditanya oleh seorang reporter tentang ancaman AS dan Israel untuk menyerang Iran. Tentunya jika Teheran tidak setuju untuk mengekang program nuklirnya.

“Setiap serangan militer terhadap fasilitas nuklir dilarang, di luar struktur normatif yang kita semua patuhi,” kata Grossi pada jumpa pers di Teheran setelah bertemu dengan para pemimpin Iran.

“Prinsip itu berlaku untuk semua fasilitas nuklir, termasuk fasilitas atom terbesar di Eropa di Zaporizhzhia.”

Netanyahu mengatakan larangan seperti itu tidak berlaku untuk Israel. Ia bahkan menyebut pernyataan Grossi adalah sesuatu yang tidak layak bagi negaranya.

“Dilarang oleh hukum apa? Apakah Iran, yang secara terbuka menyerukan pemusnahan kami, diizinkan untuk melindungi senjata pemusnahnya yang akan membantai kami?” tegasnya.

Perjalanan Grossi ke Teheran sendiri terjadi setelah pejabat Iran setuju untuk memulihkan akses pengawas PBB ke beberapa alat pengawasan fasilitas nuklir negara itu. IAEA juga diberikan peningkatan inspeksi di situs nuklir Fordo, serta kegiatan verifikasi dan pemantauan tambahan.

“Ini bukan kata-kata,” kata Grossi kepada wartawan sekembalinya ke Wina pada hari Sabtu.

“Ini sangat konkret.”

Teheran membantah memiliki ambisi untuk memperoleh senjata nuklir. Negeri Para Mullah itu menandatangani kesepakatan dengan AS dan kekuatan dunia lainnya pada tahun 2015, yang menjadi persetujuan untuk memberlakukan pembatasan pada industri nuklirnya, termasuk pengayaan uranium.

Perjanjian ini timbul setelah beberapa negara menyatakan perkembangan nuklir Iran sebagai ancaman. Namun, Washington mengingkari perjanjian pada tahun 2018, ketika Presiden AS saat itu, Donald Trump, menegaskan akan menerapkan “tekanan maksimum” melalui sanksi terhadap Iran untuk menahan program nuklirnya.

 

Xi Jinping Tak Main-Main Tantang Duel AS, Ini Biang Keroknya

15 November 2022, Indonesia, Nusa Dua: Xi Jinping, President of the People's Republic of China, arrives at the G20 Summit. The group of the G20, the strongest industrialized nations and emerging economies, meets for two days on the Indonesian island of Bali. Photo: Kay Nietfeld/dpa (Photo by Kay Nietfeld/picture alliance via Getty Images)

Hubungan AS dan China benar-benar tengah panas. Presiden China Xi Jinping dilaporkan telah mengeluarkan pernyataan keras yang ditujukan langsung kepada Amerika Serikat (AS) dan sekutu Baratnya.

“China harus memiliki keberanian untuk melawan,” papar pria 69 tahun itu dalam forum Kongres Rakyat Nasional (NPC) dikutip AFP, Selasa (7/3/2023).

“Karena negara menghadapi perubahan besar dan kompleks baik dalam lanskap domestik dan internasional,” tambahnya.

Xi pun menyebut secara terang-terangan AS telah menerapkan penahanan, pengepungan, dan penindasan menyeluruh terhadap China. Beijing sendiri masih melakukan kongres NPC hingga 18 Maret.

Apa Penyebabnya?

Hal ini bukan karena perang Rusia-Ukraina atau konflik Taiwan. Namun karena tindakan AS yang membatasi akses ekspor perdagangan semikonduktor dengan Beijing atas dasar keamanan nasional.

Diketahui tindakan AS tersebut telah dilakukan sejak akhir 2022 dan makin nyata di awal 2023. AS pun mengajak sekutunya, seperti Jepang dan Belanda untuk berlaku sama.

Ketiganya, membatasi akses perdagangan semikonduktor dengan Beijing atas dasar keamanan nasional. Pelarangan diperkirakan akan berpengaruh pada cip berukuran 14 nanometer tau lebih ke China.

“Cina dengan tegas menentangya karena praktik semacam itu tidak melayani kepentingan siapa pun,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Mao Ning di Beijing, Januari lalu.

Ia menganggap AS telah menyalahgunakan pengendalian ekspor dengan memaksa beberapa negara membentuk blok kecil untuk menghalangi Cina. AS, tegasnya, juga telah memolitisasi masalah teknologi dan perdagangan guna mempertahankan hegemoninya.

“Mereka menggoyahkan industri global dan rantai pasokan sehingga menimbulkan kekhawatiran global,” tambahnya.

“Para pelaku bisnis beranggapan penyalahgunaan kontrol ekspor akan menciptakan gangguan dan berpengaruh terhadap efisiensi dan inovasi,” ucapnya.

China sendiri diketahui telah melaporkan hal ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Hal sama juga dikatakan Juru Bicara Kemlu lain, Qin Gang dalam pernyataan terbaru kemarin. Ia secara terang-terangan mengklaim AS berniat mengalahkan China.

Alih-alih konflik militer, Qin menyebut konflik yang sedang dibangun Negeri Paman Sam adalah zero-sum game. Artinya satu pihak menang dan pihak sebelahnya mati.

“Jika AS tidak menginjak rem tetapi terus mempercepat jalan yang salah, tidak ada pagar pembatas yang dapat mencegah tergelincirnya rel, dan pasti akan ada konflik dan konfrontasi,” paparnya.

Berjanji Meningkatkan Kapasitas Sendiri

Sementara itu, Xi Jinping sebenarnya telah berjanji untuk meningkatkan kapasitas China. Menurutnya negara itu harus mampu menjaga dirinya sendiri.

“Saya selalu mengatakan ada dua bidang penting bagi China: satu untuk melindungi mangkuk nasi kita, dan yang lainnya untuk membangun sektor manufaktur yang kuat,” kata di NPC

“Sebagai negara besar dengan 1,4 miliar orang, kita harus mengandalkan diri kita sendiri… Kita tidak dapat bergantung pada pasar internasional untuk menyelamatkan kita,” tambahnya.

 

Tanda Kiamat Muncul di Kongo Gegara Mobil Listrik, Kok Bisa?

Ilustrasi Bendera Kongo. (Dok. Pexel)

Setelah penemuan mobil modern oleh Carl Benz pada 1886, sejak itulah dunia memulai “kiamat iklim”. Gas buang dari kendaraan bensin mengotori udara selama ratusan tahun. Tak terhitung berapa juta karbon dilepaskan kendaraan sejak penemuan tersebut.

Kini, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mayoritas negara di dunia mendorong peralihan ke kendaraan listrik atau Electrical Vehicle (EV). EV dipercaya lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan gas buang berbahaya.

Berbagai program dijalankan untuk mencapai tujuan itu. Sebut salah satunya subsidi mobil listrik yang baru saja dilakukan pemerintah Indonesia di tanggal 20 Maret 2023 nanti.

Masalahnya, ketika produksi mobil listrik makin marak, disitulah terjadi bencana. Jovana Stanisljevic di The Conversation menyebut euforia menuju lingkungan nol emisi hanya dirayakan oleh negara maju saja.

Di negara Afrika itu tidak terjadi. Salah satunya di Republik Demokratik Kongo.

Perlu diketahui, Kongo adalah pemasok 70% kobalt dunia. Kobalt adalah komponen utama untuk baterai EV yang beratnya mencapai 4 kilogram.

Ironisnya, meski dianugerahi oleh harta karun melimpah negara tersebut menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Bahkan, tiap kali permintaan EV melonjak, negara tersebut justru memasuki “kiamat kecil”.

Hal ini disebabkan karena Kongo menjadi objek ‘rampokan’ negara-negara kaya. Dan masyarakatnya tertipu oleh perdagangan ini.

Mengutip Washington Post, di tiap pertambangan kobalt ada ratusan ribu pekerja non-formal yang bekerja di sana. Hal ini disebabkan karena mereka terjerat dalam kemiskinan dan penambangan adalah mata pencaharian yang bisa didapat.

UNICEF memperkirakan ada lebih dari 40.000 anak yang bekerja di pertambangan untuk menggali tanah, mengangkut muatan berat, atau mencuci kobalt yang ditambang di sungai.  Parahnya lagi selama bekerja mereka, baik pekerja dewasa atau anak-anak, tidak didukung peralatan modern dan peralatan pelindung.

Akibatnya mereka harus berhadapan langsung dengan marabahaya, seperti kecelakaan kerja atau gangguan pernapasan. Sudah tak terhitung berapa banyak yang meninggal.

Mengutip laman Down to Earth, Siddharth Kara, profesor dari Britisch Academy, memperkirakan ada 2.000 penambang illegal meninggal di Kongo setiap tahunnya. Kebanyakan mereka meninggal karena gangguan pernapasan, infeksi kulit, dan kecelakaan kerja.

Tak hanya itu, penambangan bertahun-tahun juga berdampak pada lingkungan. Limbah yang tidak diolah menghasilkan zat beracun yang mencemari area di dekat tambang, sehingga memperburuk masalah kesehatan penduduk. Belum lagi mempersoalkan besarnya tingkat radio aktif di beberapa tambang.

Hasil penambangan berdarah itu diolah lagi dan menjadi baterai yang tertanam di Tesla, Volvo, Renault, Mercedez-Benz, dan Volkswagen. Seluruh pabrikan tersebut menari di atas penderitaan orang-orang Kongo.

Ketika mereka tertimpa durian runtuh akibat peningkatan penjualan EV, maka di Kongo rakyatnya sengsara. Lebih dari itu, alih-alih mandi uang dan hidup mapan, penambangan Kobalt malah mendatangkan penderitaan berupa kolonialisme dan konflik bersenjata.

Breaking News! Erick Copot Direktur Pertamina

Menteri BUMN Erick Thohir dalam penyerahan pengelolaan Asset perkara Jiwasraya dan Asabri di Gedung Kejaksaan Agung, Senin (6/3/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan memberhentikan satu direksi PT Pertamina (Persero), yaitu Direktur Penunjang Bisnis Dedi Sunardi.

Pencopotan ini menyusul adanya insiden kebakaran pada Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, pada Jumat (03/03/2023) pukul 20.20 WIB malam.

Kabar tersebut pun dibenarkan oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury.

Pahala mengatakan, untuk sementara posisi Direktur Penunjang Bisnis Pertamina akan ditugaskan kepada Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Erry Widiastono.

“Benar. Sementara ditugaskan kepada Pak Erry Widiastono,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, saat ditanya apa benar Direktur Penunjang Bisnis Pertamina diberhentikan Kementerian BUMN, Rabu (08/03/2023).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir pernah menyebut pihaknya tidak akan segan mencopot bila pada akhirnya harus memberhentikan direksi perseroan.

“Direksi Pertamina kan pernah saya copot, tapi kalau perlu saya copot lagi, ya saya copot lagi. Saya minta untuk seluruh BUMN seluruhnya harus membentuk tim risiko bisnis, gak cuma keuangan tapi seluruh operasional. Saya akan review. Saya minta investigasi, apakah ada perbaikan,” tutur Erick pada Sabtu (04/03/2023).

 

BI ‘Turun Gunung’ Padamkan Gejolak Rupiah Efek Powell

FILE PHOTO: People walk in the courtyard of Indonesia's central bank, Bank Indonesia, in Jakarta, Indonesia September 22, 2016.REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

Bank Indonesia (BI) terbukti turun langsung untuk memadamkan gejolak nilai tukar rupiah hari ini, Rabu (8/3/2023).

Gejolak rupiah hari ini dipengaruhi oleh pernyataan Gubernur The Fed Jeremy Powel yang sangat hawkish menyebabkan pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan 50 basis points (bps) Fed Fund Rate-nya di FOMC bulan Maret tepatnya di minggu depan, dari ekspektasi sebelumnya yang hanya 25 bps.

Edi Susanto, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, menuturkan bahwa BI tetap mengawal rupiah ini dengan tetap masuk pasar di pasar spot maupun Derivatives Non Deliverable Forward (DNDF), untuk memastikan supply demand valas berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah di sesi siang sampai sore tekanan melambat dan supply demand di pasar berfungsi dengan baik kembali,” papar Edi kepada CNBC Indonesia, Rabu (8/3/2023).

Dari catatan CNBC Indonesia, nilai tukar rupiah terus terpuruk di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (8/3/2023), rupiah ditutup di posisi Rp 15.430/US$1. Rupiah anjlok 0,55%.

Penurunan hari ini memperpanjang tren pelemahan menjadi dua hari. Pada perdagangan Selasa (7/3/2023), rupiah juga anjlok 0,36% ke posisi Rp 15.345 per dolar AS. Dalam dua hari terakhir, rupiah melemah 0,92%.