PTBA Latih Warga Binaan Lapas Olah Limbah Jadi Kerajinan

PTBA

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan bekerja sama dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung melakukan pelatihan pengembangan limbah tusuk sate menjadi kerajinan tangan kepada warga binaan.

General Manager PTBA Unit Pelabuhan Tarahan, Dadar Wismoko mengatakan, pelatihan diberikan kepada warga binaan lapas yang masa tahanannya hampir habis dan membutuhkan keterampilan sebagai bekal kembali menjadi bagian dari masyarakat.

“PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan menginisiasi pengembangan Limbah sortir hasil produksi tusuk sate yang belum termanfaatkan dan menjadi beban limbah bagi lingkungan menjadi produk yang berbasis pemberdayaan kelompok rentan, dalam hal ini warga binaan lapas,” ujar Dadar dalam keterangan tertulis, Rabu (5/4/2023).

Berkat program ini, warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung memperoleh keterampilan dan pendapatan dari bagi hasil kerajinan.

Produk-produk yang dihasilkan dari limbah sortir lidi tusuk sate di antaranya seperti kotak tisu, kotak hantaran, dan kotak buah.

Manfaat lain yang didapat yakni perubahan pandangan masyarakat terhadap warga binaan lapas, dari yang dianggap menjadi beban masyarakat justru dapat menciptakan produk kerajinan kreatif, memiliki keterampilan, serta siap membuka lapangan pekerjaan atau mandiri di masyarakat.

Program ini diketahui juga didukung oleh PT Hanan Alam Utama (PT HAU) sebagai pemasok bahan baku dan distribusi produk, serta Kampus Bumi yang memberikan workshop dan pendampingan.

Selain itu, pemberdayaan ini juga merupakan bagian dari Program Bamboo for Life yang dijalankan PTBA sejak 2014 di area Pelabuhan Tarahan, kemudian dilanjutkan ke berbagai daerah di sekitar perusahaan.

Penanaman bambu diketahui dilakukan untuk merestorasi lahan yang gersang. Secara kumulatif, sudah 13.624 unit pohon bambu pada lahan seluas 49 hektare (ha) yang ditanam PTBA di berbagai daerah di Provinsi Lampung. Serapan karbon mencapai 3.509 ton CO2e per tahun.

Sejak 2018, PTBA Unit Pelabuhan Tarahan melakukan pendampingan dan pengembangan produksi tusuk sate untuk memberdayakan kelompok rentan (lansia) di Desa Sidomulyo.

“Dengan pendampingan dari PTBA, tercipta keberlanjutan program dengan kesiapan Sistem Manajemen Bahtera Bambu. Mulai dari lembaga koperasi yang terstruktur, SOP yang jelas, dan sentra industri tusuk sate telah menerapkan Total Productive Maintenance dan penerapan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant),” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*