Riset: Tidur Cukup Perpanjang Perlindungan Vaksin Covid-19 Cs

Pengunjung lansia mengantri mendafrar vaksin booster kedua di Puskesmas Kebayoran Lama, Jumat, 25/11. Sebagai upaya mitigasi peningkatan kasus dan munculnya subvarian baru, pemerintah mulai menggenjot cakupan vaksinasi COVID-19 baik dosis lengkap maupun booster. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Tidur yang berkualitas merupakan hal tepat untuk menjaga kesehatan. Tidur memberi pengaruh kuat terhadap sistem imun di dalam tubuh.

Tidur yang dapat menurunkan risiko infeksi dan membantu tubuh Anda merespons vaksin dengan lebih baik. Jika Anda berniat untuk menjalankan vaksinasi baik untuk Covid-19, flu, atau vaksin lainnya pastikan mendapatkan tidur malam yang cukup dan berkualitas sebelumnya.

Tidur kurang dari enam jam pada malam sebelum Anda mendapatkan vaksinasi dapat membatasi respons tubuh Anda terhadap vaksin. Ini juga mengurangi perlindungan terhadap virus atau bakteri, menurut sebuah studi terbaru.

“Tidur yang baik tidak hanya memperkuat tetapi juga dapat memperpanjang durasi perlindungan vaksin,” kata penulis senior Eve Van Cauter, profesor emeritus di Departemen Kedokteran Universitas Chicago seperti dilansir CNN, Selasa (14/3/2023).

Terdapat satu penelitian yang ditemukan, yakni dampak kurang tidur pada respons imun terhadap vaksin. Namun hal tersebut hanya terjadi secara ilmiah pada pria saja bukan wanita.

“Penelitian yang menggunakan ukuran obyektif dari kurang tidur, seperti laboratorium tidur, menemukan penurunan kemampuan untuk menanggapi vaksin yang secara khusus dan signifikan secara statistik pada laki-laki, tetapi tidak pada perempuan,” kata rekan penulis studi Dr. Michael Irwin, profesor ilmu psikiatri dan biobehavioral terkemuka di UCLA Geffen School of Medicine.

Mengapa kekebalan pria terpengaruh tapi wanita tidak?

“Ada perbedaan jenis kelamin yang diketahui dalam respons imun terhadap antigen asing, seperti virus, dan juga terhadap self antigen, seperti pada gangguan autoimun,” kata Dr. Phyllis Zee, profesor neurologi dan direktur Center for Circadian and Sleep Medicine di Feinberg School di Universitas Northwestern.

“Secara umum, wanita memiliki respon imun yang lebih kuat, termasuk (terhadap) vaksin flu. Buktinya adalah bahwa perbedaan ini mencerminkan perbedaan hormonal, genetik dan lingkungan, yang dapat berubah sepanjang umur, sehingga perbedaan ini mungkin kurang menonjol di antara orang dewasa yang lebih tua,” tambahnya.

Terlepas dari jenis kelamin Anda, jika Anda kurang tidur, jet-lag, bekerja shift malam atau mengalami perubahan dalam siklus tidur-bangun Anda, pertimbangkan untuk menunda vaksinasi.

Tidur yang dapat menurunkan risiko infeksi dan membantu tubuh Anda merespons vaksin dengan lebih baik. Jika Anda berniat untuk menjalankan vaksinasi baik untuk Covid-19, flu, atau vaksin lainnya pastikan mendapatkan tidur malam yang cukup dan berkualitas sebelumnya.

Tidur kurang dari enam jam pada malam sebelum Anda mendapatkan vaksinasi dapat membatasi respons tubuh Anda terhadap vaksin. Ini juga mengurangi perlindungan terhadap virus atau bakteri, menurut sebuah studi terbaru.

“Tidur yang baik tidak hanya memperkuat tetapi juga dapat memperpanjang durasi perlindungan vaksin,” kata penulis senior Eve Van Cauter, profesor emeritus di Departemen Kedokteran Universitas Chicago seperti dilansir CNN, Selasa (14/3/2023).

Terdapat satu penelitian yang ditemukan, yakni dampak kurang tidur pada respons imun terhadap vaksin. Namun hal tersebut hanya terjadi secara ilmiah pada pria saja bukan wanita.

“Penelitian yang menggunakan ukuran obyektif dari kurang tidur, seperti laboratorium tidur, menemukan penurunan kemampuan untuk menanggapi vaksin yang secara khusus dan signifikan secara statistik pada laki-laki, tetapi tidak pada perempuan,” kata rekan penulis studi Dr. Michael Irwin, profesor ilmu psikiatri dan biobehavioral terkemuka di UCLA Geffen School of Medicine.

Mengapa kekebalan pria terpengaruh tapi wanita tidak?

“Ada perbedaan jenis kelamin yang diketahui dalam respons imun terhadap antigen asing, seperti virus, dan juga terhadap self antigen, seperti pada gangguan autoimun,” kata Dr. Phyllis Zee, profesor neurologi dan direktur Center for Circadian and Sleep Medicine di Feinberg School di Universitas Northwestern.

“Secara umum, wanita memiliki respon imun yang lebih kuat, termasuk (terhadap) vaksin flu. Buktinya adalah bahwa perbedaan ini mencerminkan perbedaan hormonal, genetik dan lingkungan, yang dapat berubah sepanjang umur, sehingga perbedaan ini mungkin kurang menonjol di antara orang dewasa yang lebih tua,” tambahnya.

Terlepas dari jenis kelamin Anda, jika Anda kurang tidur, jet-lag, bekerja shift malam atau mengalami perubahan dalam siklus tidur-bangun Anda, pertimbangkan untuk menunda vaksinasi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*