Sinyal Pembalikan Gagal, IHSG Terancam Merah di Sesi II

Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/5/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga turun ke bawah level psikologis 6.700 pada penutupan sesi I, Selasa (16/5/2023).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,56% ke posisi 6.674,47. Sebanyak 309 saham turun, 208 saham naik, dan 209 stagnan.
Nilai transaksi baru sebesar Rp4,33 triliun, dengan volume perdagangan 10,54 miliar saham.

Sejumlah saham big cap tertekan, seperti EMTK yang minus 4,29%, TPIA -3,08%, BBNI -1,97%, BMRI -0,99%, https://188.116.26.234/ BBRI -0,97%, hingga ASII -0,79%.
Sejatinya, sentimen pasar pada hari ini cenderung positif, terutama dari Amerika Serikat (AS) di mana pemerintah AS serius untuk membahas masalah plafon utang.

Pertemuan antara Presiden AS, Joe Biden dengan Ketua DPR dari Partai Republik, Kevin McCarthy menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Maklum saja, kurang lebih dua pekan kedepan, AS terancam mengalami gagal bayar (default) jika batas pagu utang tidak dinaikkan.

Partai Republik yang merupakan oposisi menguasai DPR AS, sehingga menyulitkan bagi Biden untuk meloloskan anggaran belanja. Baik anggota Partai Demokrat maupun Republik sedang mencari landasan yang sama dalam hal belanja dan regulasi energi sebelum Biden dan McCarthy bertemu besok.

Berkaca dari sebelumnya, kisruh pagu utang membuat Negeri Paman Sam mengalami kerugian miliaran dolar. Itu pun yang terjadi bukan gagal bayar, baru sebatas shutdown atau penutupan sebagian layanan pemerintahan karena tidak adanya anggaran.

Adapun shutdown bukan barang baru. Hal ini telah terjadi berulang kali di AS. Terakhir dan masih segar di ingatan adalah shutdown di era pemerintahan Presiden AS ke-45, Donald Trump.

Analisis Teknikal

IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu 1 jam (daily) menggunakan moving average (MA) dan pivot point Fibonacci untuk mencari resistance dan support terdekat.

Pada sesi I, IHSG belum sanggup menembus resistance terdekat berupa MA 20 (6.710) hingga akhirnya menjebol sejumlah level penting hingga akhirnya tertahan di support 6.672.

Pada grafik harian yang terbentuk Senin kemarin, IHSG sebenarnya memberikan sinyal pembalikan arah menuju utara dengan adanya pola dragonfly doji. Namun, hal tersebut hanya terlihat di awal perdagangan hari ini (saat menyentuh MA 20 seperti disebut di atas).

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lainnya, yakni Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Dalam grafik 1 jam, posisi RSI turun ke 35,24.

Sementara, dilihat dari indikator lainnya, Moving Average Convergence Divergence (MACD), grafik MACD bersiap memotong ke atas garis sinyal (sinyal pembalikan). Sementara, bar histogram masih di bawah teritorial negatif.

Pada sesi II, IHSG berpotensi masih bergerak volatil dan berpeluang memerah. Support yang akan diuji oleh IHSG di area 6.672, dengan support selanjutnya di 6.628. Sementara, resistance terdekat berada di 6.700.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*