Terungkap! Ini Pemicu Mentawai Rawan Gempa Bumi

Warga berkumpul di luar rumah mereka setelah gempa bumi di Kepulauan Mentawai Indonesia, di desa Muara Sikabaluan di Siberut Utara, provinsi Sumatera Barat, Minggu (11/9/2022). (Photo by BAMBANG SAGURUNG/AFP via Getty Images)

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan analisis lengkap terjadinya gempa bumi di wilayah Kabupaten Mentawai pada Selasa dini hari (25/4/2023).

Menurut data pemutakhiran dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lokasi pusat gempa bumi berada di Samudera Hindia pada koordinat 0,95°LS dan 98,36°BT dengan magnitudo (M6,9) pada kedalaman 23 km, dan berjarak 177 km barat laut Kepulauan Mentawai.

Menurut informasi The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 0,781°LS 98,534°BT dengan magnitudo (M7,1) dan kedalaman 15,5 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 0,82°LS 98,63°BT dengan magnitudo (M6,7) pada kedalaman 10 km.

Badan Geologi mencatat, daerah terdekat dengan lokasi pusat gempa bumi adalah Pulau Siberut bagian barat laut, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Morfologinya berupa perbukitan, lembah dan dataran pantai.

Di mana, Pulau Siberut tersusun oleh dominan tanah keras (kelas C) dan sebagian oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah lunak (kelas E) terutama pada daerah pantai. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier barupa batuan metamorf dan meta sedimen, batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan aluvial pantai dan sungai.

“Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi,” terang Badan Geologi, dikutip Rabu (26/4/2023).

Selain itu, pada morfologi perbukitan yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, kata Badan Geologi, akan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi dan data mekanisme sumber dari BMKG, USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman maka kejadian gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas megathrust dengan mekanisme sesar naik berarah barat laut – tenggara dan sudut landai.

Dampak Gempa Bumi

Menurut data BMKG guncangan gempa bumi terasa cukup kuat di Kepulauan Mentawai pada skala V-VI MMI (Modified Mercally Intensity), di Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, Kota Padang guncangan terasa pada skala V MMI.

Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. Berdasarkan data BIG terlihat adanya anomali pada grafik di stasiun pasang surut Tanahbala, Nias Selatan tercatat sekitar 10-20 cm.

Peringatan dini tsunami sempat diaktifkan dan telah diakhiri oleh BMKG. Warga di Kepulauan Mentawai sempat mengevakuasi diri guna menghindari potensi tsunami. Menurut data Badan Geologi pantai di Kepulauan Mentawai tergolong rawan bencana tsunami dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai sekitar 1,96 m hingga 8,36 m.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*